Kamis, Januari 15, 2026

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Pandanwangi Dampingi Petani Kendalikan Gulma Padi


Lumajang – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para petani di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Pandanwangi Koramil 0821-10/Tempeh, Koptu Ahmad Latip, yang turun langsung ke sawah membantu petani melakukan penyiangan tanaman padi dari gulma, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di lahan seluas 5 hektare milik Sugeng, anggota Kelompok Tani (Poktan) “Tani Jaya”, yang berlokasi di Dusun Krajan 1, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Penyiangan padi dilakukan untuk membersihkan gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman serta mengurangi hasil panen.

Dalam kesempatan itu, Koptu Ahmad Latip menyampaikan bahwa penyiangan merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya padi. Gulma yang tidak dikendalikan sejak dini dapat menyerap unsur hara dan air yang seharusnya digunakan tanaman padi, sehingga berdampak pada produktivitas.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membantu petani agar hasil pertanian bisa lebih maksimal. Dengan penyiangan yang tepat waktu, diharapkan tanaman padi dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang baik,” ujar dia.

Ketua Poktan Tani Jaya, Agus, menyampaikan bahwa kegiatan penyiangan padi yang dilakukan bersama Babinsa merupakan langkah penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Desa Pandanwangi. Menurutnya, perawatan tanaman seperti penyiangan gulma sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen, yang secara langsung berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di tingkat desa.

“Kami sepakat dengan apa yang disampaikan Babinsa, bahwa perawatan tanaman sejak dini adalah kunci keberhasilan panen. Jika tanaman padi tumbuh sehat, maka hasilnya akan maksimal. Ini tentu sangat mendukung upaya ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pendampingan Babinsa memberikan dorongan moril bagi para petani untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lahan pertanian. Sinergi antara petani dan aparat kewilayahan, lanjutnya, menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Ketahanan pangan nasional tidak akan terwujud tanpa ketahanan pangan di daerah. Karena itu, kebersamaan petani dan Babinsa seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” pungkasnya. (Pendim0821)

Related Articles

BERITA TERKINI