Lumajang – Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan. Babinsa Pagowan Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serda Samsul Husen, yang melaksanakan pendampingan sekaligus monitoring pelayanan kesehatan di Posyandu Harapan Sejahtera, Dusun Pakurejo, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut bertujuan memastikan pelayanan Posyandu berjalan tertib, aman, dan optimal, khususnya bagi balita sebagai kelompok usia rentan. Posyandu Harapan Sejahtera kali ini melayani sebanyak 33 balita yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang.
Saat dikonfirmasi Serda Samsul Husen menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Menurutnya, kesehatan balita menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
“Pendampingan ini sebagai bentuk dukungan moril dan pengawasan agar pelayanan kesehatan di Posyandu berjalan lancar. Babinsa juga berperan membantu memberikan rasa aman dan mendorong partisipasi masyarakat, khususnya para ibu balita, untuk rutin datang ke Posyandu,” ujar Serda Samsul Husen.
Bidan Desa Pagowan, Septin Purwanti, S.Kep, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, khususnya ibu dan balita, sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan masyarakat desa. Menurutnya, kesehatan balita sangat dipengaruhi oleh pola asuh, asupan gizi, serta lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.
“Melalui Posyandu, kami tidak hanya melakukan penimbangan dan pemeriksaan kesehatan balita, tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan yang baik, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif keluarga dalam setiap kegiatan Posyandu sangat menentukan upaya pencegahan stunting, gizi buruk, serta penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Dengan keluarga yang sehat dan peduli, balita akan tumbuh optimal baik secara fisik maupun mental.
Berharap sinergi antara tenaga kesehatan, Babinsa, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, dukungan lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program kesehatan desa dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas sejak usia dini. (Pendim0821)

