Tukum, KIM – Sebanyak 484 masyarakat Desa Tukum yang masuk dalam data keluarga penerima manfaat (KPM), mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM dari Pemerintah pusat, sebagai bantalan sosial pasca kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Hari ini, 484 keluarga penerima manfaat di Desa Tukum menerima BLT BBM dari Pemerintah Pusat, dan bantuin ini dimaksudkan sebagai bantalan sosial pasca BBM bersubsidi mengalami kenaikan harga,” ujar Kepala Desa Tukum, Mohamad Yunus saat dimintai keterangan saat meninjau Pencairan BLT BBM, bertempat di Balai Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022).
Menurut Yunus, Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jelas berdampak pada perekonomian, sehingga daya beli masyarakat menjadi terganggu karena harga bahan pokok ikut melonjak naik.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan bantuan sosial yang diterimanya secara bijak, sehingga dapat membantu meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tekung, Savina Indri Furianti mengungkapkan, bahwa BLT BBM akan diberikan sebanyak empat kali dengan masing-masing pemberian sebesar Rp150 ribu.
Lanjut dia, adapun pemberian BLT BBM terbagi dalam dua tahap dari empat kali penyaluran, sehingga KPM akan menerima Rp300 ribu setiap tahapnya. BLT BBM ini diberikan hingga Desember 2022 nanti.
“BLT BBM ini diberikan selama empat bulan (September – Desember 2022) sebesar Rp150 ribu untuk setiap bulannya, dan BLT BBM terbagi dalam dua tahap dari empat kali penyaluran. Jadi, tahap I ini KPM terima Rp300 ribu, ditambah lagi BPNT juga disalurkan untuk periode September 2022, sehingga hari ini menerima KPM menerima bantuan dengan total Rp500 ribu,” ungkap dia.
Adapun proses penyalurannya, Kantor Pos Lumajang melakukannya dengan pelayanan jemput bola di desa maupun kelurahan, sehingga penerima bansos dipermudah dalam proses penyaluran bansosnya. (KIM Tukum Mandiri/MzZ)

